低碳生活、每周一素 Vege sehari

温总理说:遏制气候变暖,拯救地球家园,是全人类共同的使命,每个国家和民族,每个企业和个人,都应当责无旁贷地行动起来。在此,特向全国政协递呈此提案,具体建议如下:

第一,建议政府在全国倡导“低碳生活、每周一素”,成为全球带头每周一素的大国。如果所有中国人一周吃素1天,将减少温室气体2亿8千6百万吨,就可以立即减少51%的温室气体排放。放下口中一块肉,换成豆腐,拯救未来,容易又简单。

第二,呼吁国家领导人带头每周一素,用中华养生素宴招待国际友人,展示中国食文化的风采,并且在每年全国两会期间均安排委员代表每周一素。同时建议国家领导人安排考察优秀餐饮企业之一金莎苑,亲自体验他们所做的私房养生素宴。

第三,投放一定经费开展宣传活动,通过电视、广播、媒体和一切方式把全球暖化的真相和危机告知大众,并开辟健康素食的节目专栏,普及健康饮食生活常识,通过媒体力量转变人们的观念,倡导新的生活方式。

第四,建议政府加强对畜牧业的安全质量监控,控制饲料添加剂的使用,同时建议政府取消对畜牧业的补贴,并征收甲烷气体的排放费,限制肉食类加工,扶持植物蛋白加工企业及有机种植业。

第五,通过餐饮行业协会树立典型,推广介绍优秀的素食企业。组织素食美食节,素食产品交易会,素食厨师培训班、素食高峰论坛、健康素食、养生食疗讲座,素食公益演出等健康活动。号召开展节能减排活动,餐饮业带头节气节水,使用节能灶具,降低一次性垃圾排放。

2010 年是决定地球命运、人类饮食及生活方式转型的关键之年。又要发展、又要环保,低碳经济、健康素食就是科学的发展观,也是转方式、调结构的重要内容。中国行 动起来,必将对世界产生巨大影响。在全球暖化,危及人类自身生死存亡的今天,我们坚信,未来掌握在我们自己手中。如果政府与人民行动快一点,这个百万亿年 爱心造就的美丽星球就会在和平与仁爱中延续下去,我们中国这块美丽富饶的家园,就会在版图上永远闪耀。

diterjemahkan secara kasar (oleh bodohsatva... diterjemahkan sembarangan tanpa merusak maknanya he he...)

PM Wen (Wen Jia Bao / PM Cina) mengatakan: untuk memerangi pemenasan Global, dan menyelamatkan bumi adalah kewajiban dari setiap orang,setiap negara, setiap bangsa, dan setiap warga. Oleh karena itu dengan ini saya mengusulkan solusi demikian:

1.Menganjurkan seluruh masyarakat (dalam negara) untuk bervegetarian "sekali seminggu" dan menjadi negara besar yang mempelopori gerakan vegetarian sekali seminggu ini. Jika seluruh masyarakat cina setiap minggu vegetarian 1 hari maka dapat mengurangi gas rumah kaca sebesar 286.000.000 ton. dengan begitu dapat mengurangi 51% efek rumah kaca. Melepaskan daging dari mulut dan menggantikannya dengan tahu, demi menyelamatka masa depan, sesuatu yang mudah dan sederhana untuk dikerjakan.

2.Mensosialisakikan gerkan ini kepada pimpinan negara, dengan jamuan vegetarian untuk tamu2 internasional dan duta besar dari berbagai negara, menjadi suatu kebudayaan kuliner di cina. ternasuk dutabesar dari cina yang bertugas di luar ngeri untuk bervegetarian sekali seminggu. bersamaan dengan itu melakukan beasiswa, standarisasi, pendidikan dan pengujian terhadap koki2 vegetarian. akan turun secara langsung untuk memeriksa pelaksanaannya.

3.Akan mempromosikannya secara besar-besaran melalui berbagai media cetak dan elektronik mensosialisasikan ancaman pemanasan global kepada khalayak. serta mengadakan pameran sosialisasi pergantian pola makan ke vegetarian yang sehat. sehingga setiap orang memiliki pola pandang yang baru ini.

4.Mengusulakan peraturan yang lebih ketat terhadap standarisasi industri peternakan. menekan penggunaan bahan2 kimia yang berbahaya dalam industri peternakan. serta mencabut subsidi dalam sektor perindustrian ternak ini. menambah pajak dalam sektor peternakan dan membatasi penambahan tenaga kerjanya. menambah lapanggan kerja produksi nabati dan industri pertanian liannya.

5.Melalui departemen food and beverage mengadakan kurikulum pendidikan bagi koki vegetarian setra mempromosikan karir di dunia masakan vegetarian. mengadakan festival dan komunitas vegetarian, seminar, kelas koki, kesehatan, dan semua kegiatan yang berkaitan dengan kampanye vegetarian. mengumumkan keuntungan dan efisiensi perubahan pola hidup ke vegetarian.

2010 ini menentukan keberlangsungan planet bumi ini, adalah tahun perubahan perspektif pola hidup konsumsi manusia. ada kemajuan namun harus selaras lingkungan dan pertumbuhan ekonomi, perubahan pola konsumsi Vg ini adalah solusi yang paling penting dan mendasar dari kacamata sains moderen. Cina sudah memulai dan akan menmpengaruhi seluruh dunia. pada saat ancaman pemanasan global yang sudah di depan mata ini menentukan keberlangsungan dan kemusnahan umat manusia. kita percaya bahwa masa depan di tangan kita. jika pemerintah dan rakyat semua bergerak secara bersama, plant bumi yang indah selama ratusa juta tahun ini akan terus berlangsung dan peta negara cina yang indah akan terus berada di sana memancarkan kemilaunya.
File Under:

Gempa 7,4 SR yg terlupakan?

dalam litelatur Buddhis dikatakan
ketika sang Bhagavan Junjungan Dunia (Sang Buddha) lahir, membabarkan dhamma (kebenaran/realitas kehidupan) demi sumua makhluk dan kehidupan, bumi pun bergoncang keras, goncangan bahagia dan sukacita sang bunda pertiwi


Semua penduduk yang saat itu berada di Jakarta pasti belum lupa gempa semacam ini pernah terjadi? Tahun 2007 buan Agustus tanggal 9, Gempa yang sejatinya dapat meluluh-lantakkan Jakarta menjadi rata dengan tanah, ternyata tanpa seorang pun korban manusia dan tanpa kerusakan materi. 7,4 SR adalah ukuran yang dilaporkan oleh kantor berita CNN. Coba bandingkan dengan gempa Haiti yang 7.0 SR tahun 2010 cukup untuk meratakan istana negara Haiti dan menelan ribuan jiwa serta meluluhlantakkan bangunan2 diatasnya. Bahkan nampaknya stasiun TV di Indonesia terlau bingung untuk meliputnya, karena tidak ada kejadian yang cukup bisa untuk diberitakan selain seorang jatuh dari lantai atas dan masuk RS karena sedang memanjat (tidak sampai meninggal). Sampai-sampai berita ini hanya diketahui oleh mereka yang mengikuti berita yang di relies di CNN dan penduduk Indonesia dari Propinsi lain seolah tidak ada kenangan sedikitpun mengenai peristiwa ini. Mungkin karena tidak ada penjelasan logis mengenai gempa ini, karena bukan kategori tektonik (pergerakan kerak bumi) dan bukan pula vulkanaik (aktivitas magma dalam perut bumi). Sedang titik gempa 110 km di sebelah utara kota Jakarta.

Peristiwa ini tentunya bukan kebetulan. Saat itu di Indonesia sedang menyambut diadakannya Festival "Kasih Semesta" yang diadakan oleh INLA (International Loving Nature Association) yang ke empat, itulah sebab dari suka cita "sang bunda pertiwi" Bumi. Goncangan kebahagiaan sukacita alam seperti saat ketika "dhamma yang agung" akan dibabarkan. Dengan cara yang sangat berbeda sekali lagi kebenaran tenantag kasih yang melampaui gap perbedaan agama, kebangsaan, ras, suku, tua-muda, segala status kembali dibabarkan lewat tembang kasih semesta, tarian kasih semesta dan senam sehat kasih semesta.

sebagai info tambahan:

http://alaskareport.com/news/z46517_quake_indonesia.htm
Gempa bumi besar 7,4 hits Jakarta, Indonesia
August 8, 2007 8 Agustus 2007

gempa dalam pandangan buddhis:

http://www.dhammacakka.org/index.php?option=com_content&task=view&id=125&Itemid=99
File Under:

di suatu saat di suatu tempat...

aku...

di suatu saat, satu titik dari ke"langgeng"an putar roda waktu...
ataukah sepenggal masa ketika semua perubahan yang menggerakkan waktu menggungkap satu titik debu keberaddan dari semesta peristiwa???

di persimpangan keberadaan...
dimana tempat dan ruang yang terbatas antara ke"maha-berada"an dan ke"sunyata"an
tidak lagi jelas...

tiada arah...
tiada jalan...
tiada tujuan...
tiada ada apa apa...

hanya begitulah seharusnya...
dan seperti itulah adanya...
tiada yang salah
hanya hati...

sungguh hanya...
hati
File Under:

Jangan Biarkan Dokter-Mu Membunuh Mu...

sakit ke dokter... munim obat = sembuh?
semudah itukah?

saya sempat membaca cukup banyak artikel tentang kesehatan dan gizi. saya juga mempelajari sedikit banyak sejarah perkembangan pengobatan. akhirnya kehilangan kepercayaan kepada "obat" atau lebih tepatnya pengobatan ala barat selain dalam hal operasi / pembedahan.

Bukan tanpa alasan...
sejarah pengobatan timur tradisional yang biasanya diremehkan oleh dokter umum yang pikirannya terlanjur terpola oleh sistem pendidikan kedokteran barat, telah mulai dikenal 5000 thun yang lalu. Melewati sejarah yang demikian panjang dan bertahan hingga hari ini. Sedangkan pengobatan di barat sana? dari sejarah kita mengetahui Napoleon Bonaparte (abad 18) menghabiskan masa senjanya dengan penyakit yang ditangani dengan menguras darah dari tubuhnya.

bandingkan abad 18 sampai sekarang baru sekitar 300 tahun...
sedangkan pengobatan timur 5000 tahun...

kasus lainnya tentang kanker... taukah anda berapa persen pasien kanker yang berhasil disembukhan dengan pengobatan kemo terapi? 2.5%
jika anda minum obat dan dikatkan bahwa kemungkinan tidak akan sembuh dengan obat ini apakah anda tetap mengkonsumsinya?

perbandingan lainnya adalah tentang obat.
obat barat cenderung mengobati tempat yang“sakit" saja tanpa memeriksa terlebih dahulu apa yang menyebabkan sakitnya. misalnya ketika sakit pada mata diobati dengan obat tetes mata.
sedangkan pengobatan timur menyelidiki penyebab penyakit sebelum memberikan resep. untuk sakit di mata ada kemungkinan karena panas / qi (ini tidak ada di pengobatan barat) yang berlebih di hati.

dalam sebuah seminar kesehatan dikatakan setiap tahun ada sekitar 44.000 pasien yang meninggal dikarenakan pengobatan yang salah. residu obat barat biasanya tertinggal di tubuh dan sangat berbahaya belum lagi efek samping lainnya.
obat timur biasanya mengunakan bahan alami yang sebagian besar tidak akan menyisakan residu. apalagi jika mengunakan akupuntur (tusuk jarum) tentunya tidak berbekas sama sekali.

khususnya bidang giji dan nutrisi "hanya" dipelajari sebanyak 4 sks di jurusan kedokteran, tidak heran jika para dokter umum yang jauh dari akses informasi terbaru di dunia kesehatan masih mengunakan segala cara dan metode lama yang mungkin beberapa bagian sudah kadarluarsa.

faktanya adalah:
1. tubuh manusia punya resistensi terhadap banyak penyakit "jika dirawat dengan benar"
2. buah-buahan dan sayur-sayuran adalah makanan ajaib yang membantu memelihara kesehatan tubuh
3. olah raga dan tidur yang cukup sama pentingnya dengan makanan yang sehat
4. air bersih dan udara segar adalah mutlak perlu. sangat baik jika bisa belajar olah pernapasan atau sekedar "menyadari" pernapasan dan berileksasi
5. kita sakit karena daya resistensi tubuh menurun akibat banyak kontaminasi dari makanan yang tidak sesuai ataupun pola hidup yang tidak sesuai dengan kerja alami tubuh
6. adalah lebih baik menjaga kesehatan daripada mengobati penyakit
7. tubuh mampu memperbaiki kinerjanya yang terganggu (sembuh dari sakit) dengan alami

sebaiknya anda belajar belajar dulu teknik menjaga kesehatan daripada belajar teknik pengobatan. hanya dengan menyisihkan 30 menit seminggu untuk membaca sebuah artkel kesehatan sudah lebih dari cukup. dan ingat "tidak semua artikel kesehatan itu 100% benar" anda harus menimbang dan menyelidiki.

go green be Vegetarian... Be Healthy...
File Under:

The Indigo...

...
saya ambil dari posting seorang teman di www.wihara.com/forum

Akhir-akhir ini kita sering dikejutkan oleh anak yang memiliki pola pikir berbeda dengan anak seusianya. Daya nalar mereka cenderung dewasa, padahal usianya belum mencapai belasan. Nah, anak-anak ini bisa saja merupakan anak indigo. Lho, apa itu anak indigo?

Istilah indigo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini merupakan kombinasi warna biru dengan ungu. Warna-warna tersebut diidentifikasi lewat cakra di tubuh. Letak indigo ada di kening, persisnya antara cakra leher yang berwarna biru dengan cakra puncak kepala yang berwarna ungu. Istilah “anak indigo” atau indigo children juga merupakan istilah baru yang ditemukan konselor terkemuka di AS, Nancy Ann Tappe.

Pada pertengahan tahun 1970-an, Nancy meneliti warna aura manusia dan memetakan artinya untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia menulis buku Understanding Your Life Through Color. Penelitian lanjutan untuk mengelompokkan pola dasar perangai manusia melalui warna aura, mendapat dukungan psikiater Dr. McGreggor di San Diego University. Dalam klasifikasi yang baru itu Nancy membahas warna nila yang muncul kuat pada hampir 80 persen aura anak-anak yang lahir setelah 1980. Warna itu bisa dilihat dengan Foto Kirlian atau dengan alat generasi baru sejenis seperti Video Aura.

Anak indigo memiliki roh yang sudah tua (old soul) sehingga dalam keseharian, tidak jarang memperlihatkan sifat orang dewasa atau tua. Tidak heran jika mereka kedapatan sangat bijak yang kadang berbicara seperti orang tua dengan hikmat luar biasa yang tidak mungkin diucapkan oleh bocah seusianya. Bahkan orang tuanya sekalipun bisa saja kalah bijak dengan anak indigo ini.

Para psikolog yang mendalami masalah indigo percaya bahwa proses reinkarnasi benar-benar ada. Proses reinkarnasi adalah proses terlahir kembali. Menurut mereka, anak-anak indigo ini adalah adalah roh yang telah berkali-kali mengalami proses tersebut. Lewat proses inkarnasi yang berulang-ulang inilah roh-roh mereka belajar dan mengalami penuaan jiwa.Tidak heran jika kemudian anak-anak dengan old soul ini sanggup melihat masa lalunya sendiri atau orang lain. Dr. Tb. Erwin Kusuma, SpKJ, psikiater anak dengan pendalaman di bidang kesehatan mental spiritual yang juga indigo mencontohkan, seorang anak indigo yang melihat masa lalunya sebagai orang Amerika yang dahulu meninggal karena pesawatnya jatuh, ataupun adapula anak yang berkata, “Nenek kan dulu adik saya!”

Anak-anak ini memiliki kesadaran yang lebih tinggi daripada kebanyakan orang, mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka. Seringkali anak indigo diperlakukan seperti anak kecil dan tak mau mengikuti tata cara maupun prosedur yang ada.

Anak indigo yang memiliki kemampuan indra keenam/sixth sense dapat menembus ruang dan waktu. Kemampuan menembus ruang artinya dalam waktu yang bersamaan, mereka dapat mengetahui apa yang terjadi di tempat lain padahal mereka tidak berada di tempat tersebut. Sedangkan kemampuan menembus waktu artinya mereka dapat mengetahui apa yang akan terjadi atau yang sudah terjadi, namun tidak bisa dipersepsi oleh indra biasa.

Dengan asumsi tersebut, menurut Erwin, anak indigo bisa ditandai cerdas dan kreatif, karena dia sudah melalui cakra leher yang berwarna biru. Dalam kondisi sudah melewati biru, maka dia masuk dalam kategori indigo, baik secara mental maupun spiritual. Apabila difoto aura, seakan-akan tampak memakai serban dengan warna biru. “Hanya saja, saat ia lahir, jasmaninya kecil, tidak sematang mental dan spiritualnya," Erwin menambahkan.

Ciri-ciri lain yang mudah dikenali adalah punya kemampuan spiritual tinggi. Anak indigo kebanyakan bisa melihat makhluk atau materi-materi halus yang tidak tertangkap oleh indra penglihatan biasa. Kemampuan spiritual semacam itu masuk dalam wilayah ESP (extra-sensory perception) alias indra keenam.

Fenomena lahirnya anak-anak berkemampuan lebih ini sebenarnya sudah sejak lama ada. Sebastian Bach, Albert Einstein, dan Thomas Alfa Edison bisa dikategorikan sebagai anak indigo. Musik yang diciptakan Bach dapat disebut sebagai tipe musik anak indigo. Ia menciptakan musik sambil melamun, sama seperti Einstein yang mendapat rumus saat sedang bengong. Sedangkan, Thomas Edison dikategorikan indigo oleh karena rasa ingin tahunya yang besar dan selalu bertanya-tanya ataupun selalu berusaha mencari jawaban-jawaban dari segala pertanyaan yang muncul di benaknya.

Mistikus Amerika Edgar Cayce (1877 – 1945), yang mampu melihat aura orang lain, mengatakan bahwa kelompok-kelompok individu yang luar biasa dan amat mengagumkan akan mulai turun berinkarnasi ke Bumi selambat-lambatnya pada abad ke-20 dan seterusnya. Ia mengatakan bahwa mereka akan datang dengan sebutan Anak-Anak Indigo.
Munculnya anak-anak ini tidak lepas dari pengaruh perubahan getaran bumi. Pada tahun 1970 sampai 1980-an, resonansi bumi sekitar 7,83 Hz. Di tahun 2000 menjadi 8,5-9 Hz, sedangkan di tahun 2004 sudah mencapai 13,5 Hz. Secara metafisik, getaran bumi yang semakin cepat akan menimbulkan satu fase, yang menyebabkan terjadinya kenaikan tingkat ke dimensi yang lebih tinggi. Secara teoretis, getaran bumi yang semakin cepat akan membuat bumi semakin panas dan suhu ikut meningkat. Kenaikan ini juga mengakibatkan perubahan yang cukup signifikan, sehingga membutuhkan orang tertentu untuk menyeimbangkannya.

Sebuah penelitian di Rusia menunjukan bahwa sekitar 95 persen anak-anak yang lahir sejak 1994 tergolong “anak indigo”. Hal itu bisa dibuktikan melalui lingkaran cahaya biru di sekeliling tubuh mereka. Fungsi organ dalam anak-anak ini juga telah mengalami perubahan yakni sistem kekebalan tubuh mereka lebih kuat beberapa kali lipat dibanding orang pada umumnya, kebal terhadap penyakit, bahkan dapat melawan penyakit AIDS, dan DNA mereka juga tidak sama. Para ilmuwan menduga, bahwa mungkin dikarenakan variasi gen, ribuan warga di bumi sudah bukan tergolong “manusia lama” lagi, sebuah spesies manusia yang baru sedang lahir, meskipun perkembangan proses ini lamban namun diyakini benar-benar sedang muncul.

Kelahiran anak-anak berbakat inilah yang akan membantu getaran bumi berjalan lebih mulus. Kelahiran mereka ditujukan untuk mengubah tatanan dunia supaya menjadi lebih nyaman. Anak indigo datang ke dunia dengan berbagai misi. Cara yang diambil pun beraneka ragam. Bisa lewat kesenian, pendidikan, ilmu pengetahuan, olahraga, bahkan menjadi paranormal. Anak indigo kebanyakan merupakan pendobrak suatu tatanan yang salah. Karena bertugas meluruskan ketidakbenaran itu, mereka umumnya lahir dengan tipe bijaksana.

Lalu, apakah kemampuan spiritual anak indigo bisa dipelajari? Khusus untuk kemampuan indra keenam mereka, Dr. Erwin memastikan bisa. Menurutnya manusia diciptakan dalam 3 bagian. Pertama diciptakan dalam bentuk roh yang menjadi dasar kehidupan manusia. Lalu roh ini dibuatkan solar body (tubuh matahari). Disebut tubuh matahari karena memang terbuat dari energi cahaya matahari. Tubuh matahari inilah yang sebut tubuh cahaya, tubuh eterik atau tubuh halus, karena tidak terlihat oleh mata biasa. Tubuh halus ini kemudian divisualkan dengan tubuh kasar manusia.

Dengan menggunakan kemampuan tubuh halus, manusia bisa memperoleh indera keenam. Dengan latihan khusus, anak biasa pun bisa memancarkan aura indigo. Disinilah kelebihan anak indigo. Mereka secara otomatis memancarkan aura indigo sejak lahir. Inti latihan kepekaan tubuh halus ini selalu bermuara pada relaksasi, mengistirahatkan tubuh kasar kita. Bisa dengan yoga, meditasi atau kegiatan sejenis lainnya. Dalam kegiatan ini sebenarnya kita berlatih untuk mengenal diri sendiri dan Sang Pencipta secara spiritual, tanpa terbelenggu oleh ritual tertentu. Namun anda jangan berharap kesaktian lebih dari latihan semacam ini karena kepekaan indera keenam seseorang tidak sama dengan orang lain. Ada yang peka sampai bisa melihat atau mendengar, ada yang bisa meraba atau berkomunikasi melalui tulisan.

Pada anak kecil yang non indigo, sebenarnya mereka pun mempunyai kepekaan indera keenam. Namun kepekaan ini berkurang seiring dengan penggunaan otak kiri yang mulai intens, biasanya pada saat masuk sekolah.

Namun, terlepas dari beda pandang dalam menyikapi, dari pengalaman yang ada, anak indigo pada dasarnya punya cita-cita berbuat baik dalam menjalani kehidupan di masyarakat. Modalnya sudah di tangan: indra keenam, IQ-nya di atas rata-rata, dan bijaksana. Tinggal memolesnya saja. Dan, itulah yang kini tengah dilakukan oleh sekolah-sekolah barat untuk anak indigo yang sudah banyak bertebaran. Bagaimanapun, mereka adalah anak-anak yang masih dalam tahap berkembang. Terlebih lagi, emosi mereka belum seimbang yang tampak dari warna kepribadiannya yang masih berganti-ganti. Jadi, jangan sampai orangtua mendewa-dewakan anak indigo.

4 macam anak indigo (Nancy Tappe, dalam Carrol dan Tober, 1999)

1. Humanis
Anak indigo tipe ini akan bekerja dengan orang banyak. Anak tipe ini mempunyai kelebihan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Biasanya mereka menggunakan kemampuannya untuk menolong orang lain. Kecenderungan karir mereka di masa datang akan menjadi dokter, pengacara, guru, pengusaha, politikus atau pramuniaga. Perilaku yang menonjol saat ini adalah hiperaktif, sehingga perhatiannya mudah tersebar. Mereka sangat sosial, ramah, dan memiliki pendapat yang kokoh.

2. Konseptual
Anak indigo tipe ini lebih enjoy bekerja sendiri dengan proyek-proyek yang ia ciptakan sendiri. Mereka amat menonjol dalam merancang suatu program. Misalnya dalam rangka menyelamatkan perusahaan yang akan bangkrut atau membuat usaha baru yang booming dan mandatangkan keuntungan finansial bagi banyak orang. Contoh karir mereka di masa depan adalah sebagai arstiek, perancang, pilot, astronot, prajurit militer. Perilaku yang menonjol adalah suka mengontrol perilaku orang lain.

3. Artis
Anak indigo tipe ini menyukai pekerjaan di bidang seni. Perilaku yang menonjol adalah sensitif, dan kreatif. Mereka mampu menunjukkan minat sekaligus dalam 5 atau 6 bidang seni, namun beranjak remaja minat mereka terfokus hanya pada satu bidang saja yang dikuasai secara baik.

4. Interdimensional.
Anak indigo tipe ini yang memiliki ketazaman indera keenam di masa yang akan datang menjadi seorang filsuf, pemuka agama. Dalam usia 1 atau 2 tahun, orangtua merasa tidak perlu mengajarkan apapun kepada mereka karena mereka sudah mengetahuinya.
Reply With Quote

berbagai cerita dan kasus tentang anak indigo

“Michelangelo”
Ketika Joshua berumur kira-kira 3 tahun, ia bepergian dengan ayahnya. Tiba-tiba ia bertanya mengenai “Michelangelo”. “Pa, ingat bahwa Mechelangelo pernah melukis langit?”. Ayah Joshua berkata, “Ya, benar. Ia memang pernah melukis langit di sebuah gereja besar dan melukis benda-benda lainnya.” Ayahnya bertanya kepada Joshua, ”Kenapa? Apakah kamu tahu tentang dia atau bagaimana?” Joshua menjawab, “Ya, ya, saya mengetahuinya, ia adalah seorang pria yang baik. Kejadiannya sudah sangat lama, lama sekali.”

Borische Tipikal “Anak Indigo” (Volzhsky, Rusia)
Di Rusia, Volzhsky pada 1997 lahirlah seorang bocah laki-laki yang tidak lazim. Saat ibunya melahirkan dipagi hari yang cerah, segalanya tampak sedikit ganjil. Ibunya mengatakan, “Semuanya terjadi begitu cepat, hingga saat saya belum merasakan sakit apapun, Borische sudah lahir. Ketika suster memperlihatkan bayi itu kepada saya, bocah itu justru menatap saya dengan tatapan seorang ginekolog, namun, saya tahu bayi yang baru lahir tidak mungkin memusatkan perhatian pada hal apapun,” demikian pengakuan Nadezhda Kipriyanovich, ibu Borische.

Saat ibu itu membawa Borische pulang ke rumah, diketahui anak ini semakin tidak seperti biasanya. Ia hampir tidak pernah menangis juga tidak pernah sakit, saat menginjak usia 8 bulan, ia sudah bisa mengucapkan kata-kata secara utuh, tidak ada kesalahan dalam hal pengucapan maupun tata bahasa. Begitu juga dalam memperlakukan mainan yang diberikan ayahnya, ia juga bisa menggunakan prinsip geometri dan secara tepat merakit kembali mainannya.

Saat Borische menginjak usia 2 tahun, ia mulai mencoret-coret beberapa benda dengan warna biru dan lembayung. Psikolog yang mendeteksi hasil corat-coretnya menyebutkan, mungkin ia sedang mencoba melukis suatu lingkaran cahaya yang ditebarkan manusia. Belum juga menginjak usia 3 tahun, ia sudah bisa menjelaskan sejumlah pengetahuan yang berhubungan dengan fenomena alam semesta kepada orang tuanya.

Ibunya mengatakan, “Ia dapat menyebutkan semua nama planet dalam sistem tata surya, bahkan nama satelit buatan; bahkan bisa menghitung nama dan jumlah galaksi. Awalnya, saya merasa ini agak mengerikan, saya berpikir apa anak saya bermasalah dengan jiwanya. Namun, saya putuskan untuk memeriksa sejenak apakah nama-nama yang disebutkan itu benar atau tidak, dan setelah saya menemukan sejumlah buku astronomi, ternyata apa yang disebutkannya itu benar”.

Sehubungan dengan kemampuannya itu, Borische menjadi populer di kampung halamannya. Orang-orang sangat penasaran, bagaimana ia bisa mengetahui begitu banyak hal tentang astronomi. Tidak lama kemudian, Boriska kembali mulai menceritakan kejahatan yang dilakukan manusia. Ia bisa menarik seseorang yang berjalan di jalan raya, dan memintanya agar berhenti dan menjauhi narkotika, bahkan memberitahu pada laki-laki dewasa yang hilir mudik, agar jangan membohongi istri sendiri. Peramal cilik ini bahkan mengingatkan orang-orang mengenai bencana, wabah penyakit dan lain sebagainya yang akan segera tiba di dunia manusia, tindakan atau perilakunya yang ganjil ini membuat orang tuanya semakin bingung.
Para ilmuwan yang memotret auranya dan mendapati auranya berwarna indigo, yang menunjukkan bahwa “ia adalah orang yang bahagia dengan IQ yang tinggi.”

Kisah Unik Dua Anak Indigo Indonesia

Hari itu, 8 Agustus 2004, Riska Milandari sedang mengadakan pesta kecil merayakan ulang tahun ke-36. Suasana bahagia melingkupi rumah keluarga di kawasan Pondok Jaya Raya, Mampang, Jakarta Selatan. Namun suasana sedikit berubah ketika Tasya, putrinya yang berusia 2,5 tahun, berujar bahwa sanga opa (kakek Tasya) ikut datang kedalam pesta. “Kami kaget karena opa sudah meninggal,” kata Riska. Tetapi, Tasya bersikukuh bahwa opa ada dan sedang bediri diruang tamu. Agar tak mengecewakan si buah hati, Riska pun memenuhi keinginan putrinya untuk “ seakan-akan” melihat sang kakek.

“Ya, sering-sering memang begitu, Tasya biasa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain, “kata Riska. Pengalaman melihat opa yang sebetulnya sudah meninggal itu hanya sedikit kisah di antara banyak “kelebihan” Descka Putri Anastasya - nama lengkap Tasya. Menurut Riska, Tasya mempunyai kelebihan kemampuan unik yang disebut sebagai anak indigo. Awalnya, dia tak menduga bahwa Tasya termasuk indigo. Namun, setelah menceritakan kondisi putrinya dengan seorang guru besar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, barulah ia menyadari bahwa Tasya memiliki kemampuan khusus itu.

Sejak kecil, Tasya berbeda dengan balita seusianya. Saat baru berumur tiga bulan, dia sudah memegang botol susu sendiri. “Tasya menolak kalau dipegangi botolnya,“ kata Riska yang berprofesi sebagai konsultan psikologi sebuah perusahaan swasta. Memasuki usia lima bulan, giginya sudah tumbuh. “Usia delapan bulan, sudah bisa ngomong” lanjutnya.

Selain itu, Tasya sering berbicara sendiri seolah-olah menghadapi lawan bicara. Dia berperilaku seperti itu ketika sedang berada di gudang atau belakang rumah, dan yang menjadi lawan bicara kadang figur yang menyeramkan. “Suatu kali, di belakang rumah, Tasya mengaku bertemu dengan orang yang wajahnya penuh darah, “kata Riska.

Wanita asal Bandung itu yakin bahwa itu bukan khayalan sang anak. Sebab, bagi anak seusia Tasya, khayalan adalah sesuatu yang indah. “Peri atau putri, misalnya,” jelasnya. Chandra Rasyid, ayah Tasya, juga mengaku pernah mendapat pengalaman unik bersama anaknya yang diyakini mempunyai ciri khas indigo. Waktu itu, dia sedang mengendarai mobil di tol Cipularang. Saat melintasi perbukitan dijalan bebas hambatan itu, Tasya berteriak.

Menurut Chandra, Tasya mengaku melihat orang sedang duduk bertapa. Padahal, ketika itu tidak tampak apapun selain pemandangan bukit dan jalan tol itu. Namun, ketika Chandra berusaha mencari tahu, di wilayah itu sering digunakan orang-orang yang sedang ‘berusaha’ untuk meningkatkan ilmu.

Tasya, juga sering punya firasat yang kemudian jadi kenyataan. Chandra mencontohkan, suatu ketika putrinya mengatakan bahwa oma sedang sakit dan mamanya diminta untuk menghubungi segera. “Benar saja, saat di telpon ternyata oma sedang sakit,” tutur Chandra yang bekerja sebagai anggota Badan SAR Nasional itu.

Perkataan-perkataan Tasya sering benar, dimanfaatkan untuk memberi prediksi. Misalnya, ketika keluarganya sedang menonton pertandingan bola di televisi. “ Saya lupa waktu itu Jerman lawan siapa. Tapi, diminta untuk menendang bola dengan kaki kanan jika menang Jerman dan kaki kiri kalau yang menang lawanya dan, tebakan Tasya benar,“ cerita Riska.

Chandra maupun Riska mengakui, anaknya yang tanggal kelahirannya juga unik (2-2-2002) itu sering berpikir jauh lebih dewasa yang menjadi ciri khas anak indigo dibanding dengan anak sebayanya. Ketika berusia tiga tahun, misalnya Tasya sudah mampu menghibur hati mamanya, ”Sudahlah Ma, jangan dipikirin,“ kenang Riska.
Fenomena anak indigo juga ditemui pada keluarga Syahrudin dan Neneng Latifah terhadap anak pertama mereka, Irvanda Dzulkarahman. Ipang, demikian dia disapa, juga sering berbicara sendiri dengan orang-orang yang menurut orang tuanya tidak tampak. Bahkan, sang anak sering minta pintu dan jendela rumah selalu dibuka karena “teman-teman”-nya akan datang.

“Karena itu, kunci selalu saya letakkan didalam saku,” kata Syahrudin, warga Grogol, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas Depok itu. Seperti Tasya, Ipang juga berpikir layaknya orang dewasa. Tidak jarang dia menasihati kedua orangtuanya. Misalnya, ibunya diminta harus selalu menutup aurat, yang boleh kelihatan hanya tangan dan muka saja.”

Karena kedewasaanya itu, Ipang enggan bermain dengan anak-anak sebayanya. ”Malas ah main sama anak kecil,“ kata Syahrudin meniru ucapan putranya. Saat usianya genap enam tahun, dia malah bergaul dan dekat dengan orang-orang dewasa yang teman-teman ayahnya.

Di sekolah, Ipang yang duduk di bangku TK itu cenderung tertutup. Meski demikian, dia justru cepat menerima pelajaran. Saking cepatnya menyerap pelajaran, dia sering komplain jemu menerima pelajaran anak kecil. Hasil tes IQ yang diikutinya menunjukan dia memiliki IQ 129. Bahkan, di TPA tempatnya mengaji, Ipang menganggap guru yang ada tidak cukup untuk mengajarinya.

Ipang sering menebak sesuatu yang acapkali benar. Ketika diajak pergi ke tempat pamannya, misalnya, dia mengatakan bahwa jalan menjuju kesana berliku. “Memang berliku, tapi, belum sekalipun dia kesana.” kata sang ayah.

Suatu kali Syahrudin dan Neneng berbelanja di sebuah pusat pembelanjaan. Ketika hendak naik eskalator, Ipang menunjuk seorang pria yang berpakaian rapi. “Awas ayah itu copet!” seru Ipang. Kedua orang tuanya kaget dan mengingatkan anaknya untuk tidak menuduh orang sembarangan. Namun, Ipang justru berontak, bahkan akan mengejar pria tadi. Akhirnya, Ipang pun digendong. Ternyata apa yang diserukan Ipang benar. Saat berdesak-desakkan, pria itu telah menempel Syahrudin dan berusaha mengambil dompet dari saku celananya.

Untuk mengetahui seorang anak itu indigo atau tidak dapat dilakukan pemeriksaan. Salah satunya melalui foto aura. Caranya, lima jari anak dipasang sensor - semacam scanning yang dihubungkan dengan komputer. Di komputer itulah tampak apakah auranya tergolong aktif atau tidak. Jika tampilan cakra di dahi berwarna nila dan kelihatan aktif (seperti bergerak-gerak) dan warna di sampingnya dominan nila, maka anak itu positif indigo. Cara lain untuk menentukan apakah seorang anak itu indigo adalah dengan melakukan wawancara psikologi terhadap si anak.

Baik Tasya maupun Ipang adalah dua anak yang dinyatakan positif indigo. Tasya dinyatakan sebagai indigo setelah diwawancarai seorang guru besar Fakultas Psikologi UI. Sedangkan Ipang dinyatakan positif setelah melewati metode foto aura seperti yang dipaparkan Dr. Tubagus Erwin.

Annisa, Si Gadis Cilik Indigo (DKI Jakarta, Indonesia)
Beberapa waktu yang lalu, beberapa media massa DKI Jakarta mengulas habis seorang anak "sakti". Gadis cilik bernama Annisa itu sangat mengagumkan dalam menunjukkan kelebihan olah batinnya. Bocah berusia 5 tahun tersebut begitu luar biasa menguasai bahasa asing seperti Inggris, Arab, atau Belanda. Annisa tiba-tiba langsung berbicara Bahasa Inggris beraksen Amerika begitu ia bisa bicara pada usia 2,5 tahun. Padahal secara informal orang tuanya tidak pernah mengajarkan bahasa-bahasa tersebut.
Nisa menyebut ibunya, Yenny, dan bukan dengan panggilan mama. Bahkan kecerdasan anak ini di atas rata-rata anak seusianya. Akibat kelebihan yang satu ini, membuat Annisa tidak bisa sekolah secara formal seperti kebanyakan anak. Kecerdasannya yang melebihi teman sekelasnya, membuat dia tidak betah belajar di kelas. Secara spiritual, Annisa juga mempunyai kelebihan. Dia sanggup menyembuhkan berbagai penyakit. Setiap hari ada saja orang datang untuk minta pertolongan. Jangan heran jika kemudian dia menjadi instruktur sebuah klub meditasi.

Kemampuan melihat dan mendengar Nisa sangat tajam pada pukul 23.00 sampai dini hari. Tetapi kalau secara sengaja diminta memperlihatkan kemampuannya, ia akan menolak dengan tidak memperlihatkan kemampuan itu sehingga ia tampak seperti anak-anak lainnya," ujar Yenny. Kata sang ibu, Nisa tidak mudah bersalaman dengan orang. Ia seperti tahu orang yang suka pergi ke dukun atau memakai jimat. Namun sebagai anak-anak Nisa juga suka menyanyi dan bermain.

Malam-malam si kecil ini juga selalu dilewatkan dengan ritual meditasi. Rata-rata Annisa baru tidur pukul 02.00 dini hari, setelah meditasi yang panjang. Dengan olah batinnya tersebut, Annisa mampu mendeteksi hawa jahat di udara. Di mana ada hantu atau kekuatan jahat lainnya, Annisa sanggup melihatnya

Kerusuhan Mei 1998 (Indonesia)
Suatu hari di paruh Desember 1997, dalam tidurnya yang tenang, Andrean Ganie Hendrata tiba-tiba terbangun. Ada semacam ketakutan yang baru dilihatnya. Keringat dingin merembes dari pori-pori kulitnya yang kuning. Wajahnya yang kalem seketika berubah sedih. Kedua pipi bocah berusia enam tahun itu basah oleh air mata. Ia tak kuasa membendung kesedihannya.

Di dalam mimpinya itu, Andrean melihat sebuah kota hingar-bingar. Banyak rumah dan mobil terbakar, tangan-tangan mengepal, perempuan menjerit-jerit, dan kaum pria dipukuli tanpa sebab jelas. Ia tak tahu kapan dan di mana peristiwa dalam mimpinya itu terjadi. Yang pasti, "Mimpi serupa terjadi selama dua minggu berturut-turut," Lianny Hendranata, ibu Andrean, menuturkan.

Mimpi mengerikan yang bertubi-tubi selama dua pekan itu membuat fisik Andrean makin loyo. Dan, akhirnya bocah kurus itu jatuh sakit. Tapi Lianny menyadari sepenuhnya bahwa anaknya tidak sakit sembarangan. Itu sebabnya, dia tidak membawa anaknya ke dokter. Si ibu justru mengundang pendeta untuk mengobati jiwa anaknya.

Sang pendeta pun datang. Ia membaca doa-doa di tepi pembaringan Andrean. Terasa simpel, tapi berhasil. Sebab, hari-hari berikutnya Andrean tak pernah lagi bermimpi buruk tentang sebuah kota yang tercabik-cabik anarkis. Kesehatannya kembali pulih. Enam bulan sejak mimpi itu berlalu, Jakarta dilanda kerusuhan hebat. Penjarahan, pembakaran, penganiayaan terjadi pada Mei 1998. Tragedi itu ditayangkan oleh semua stasiun TV. Saat itulah ingatan Andrean kembali "dibangunkan". Sembari menunjuk ke arah televisi, ia bilang: "Ma, itu yang aku lihat di mimpiku dulu!"
Sejak lahir, Andrean sudah menunjukkan kemampuan indra keenamnya. Malah, sejak bayi dia terbiasa melihat makhluk yang tak terlihat oleh indra biasa. Setelah besar, kemampuan Andrean makin sempurna. Kadang-kadang ia melihat sebuah benda bisa bergerak sendiri. "TV yang sudah dimatikan tahu-tahu bisa menyala kembali," kata Andrean, yang kini duduk di kelas I SMP Slamet Riyadi, Cijantung, Jakarta Timur. Dengan daya kelebihannya itu, oleh orangtuanya, Andrean difoto aura. Dan, hasilnya berbeda dengan anak umumnya. Aura Andrean berwarna nila. Saat ia dites, IQ-nya di atas 120. Itulah beberapa pertanda bahwa Andrean masuk dalam kategori anak indigo.
Andrean adalah bungsu dari tiga bersaudara pasangan Ganie Hendranata dan Lianny Hendranata. Sehari-hari Hendranata bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan. Rupanya, tak hanya Andrean yang indigo. Kedua kakaknya, Imelda dan Raymond juga sama. Begitu pula Lianny.

Satu keluarga yang terdiri lima orang, empat di antaranya indigo, tentu seru. Mereka bisa bertelepati satu dengan lain. Suatu hari, misalnya, Imelda ingin memiliki sarung tangan warna merah. Tapi harganya mahal. Sang ibu menyarankan agar si sulung mencari sarung tangan yang murah saja. Rupanya, setelah mencari sekian lama, si anak tak berhasil menemukan sarung tangan merah berharga murah.

Tak berhasil bukan berarti memupuskan harapan. Imelda terus berjuang dengan caranya sendiri. Yaitu menciptakan keinginannya melalui otak: "Aku mau sarung tangan warna merah. Nggak tahu gimana caranya; aku harus punya sarung tangan warna merah." Beberapa hari kemudian, Raymond yang pulang dari Yogyakarta membawa oleh-oleh berupa sarung tangan warna merah buat kakaknya. "Masak, setiap aku masuk toko, kuping selalu berdengung; ada yang minta sarung tangan merah," kata Lianny, yang juga terimbas telepati anaknya itu.

Ardi, si Bocah Indigo (Indonesia)

Sepanjang perjalanan menuju rumah nenek, Ardi, sebut saja begitu, seperti tidak bergerak. Wajahnya pucat pasi. Ia terus menutupi telinganya. Sang ibu tak berani mengusik anak sulungnya. "Saya sebenarnya heran, kok Ardi nangisnya sampai begitu waktu mendengar kabar ibu saya meninggal. Enggak seperti anak kecil lain yang kehilangan neneknya. Sedih ya sedih, tapi enggak gitu-gitu amat," ujar Dewi. Begitu turun dari mobil, Ardi seperti terkesima melihat sesuatu di pintu masuk. Ketika mencium jenazah neneknya, tiba-tiba ia kembali menutupi telinganya dan tampak ketakutan. Pandangannya terus menuju ke luar pintu. Setelah itu Ardi mengatakan kepalanya sakit, dan tidak ikut ke makam.

Menjelang tengah malam, Ardi menanyakan apakah ibunya mendengar suara petir siang tadi. Sang ibu menjawab, "Tidak." "Masak Mama enggak dengar, kan keras sekali dan terus- terusan, Ma," kata Dewi menirukan ucapan Ardi saat itu. "Sehabis itu Ardi menceritakan semuanya," lanjut Dewi. Selain petir, Ardi melihat burung besar di pintu rumah sang nenek. "Burung itu enggak pergi-pergi," ujar Ardi seperti ditirukan Dewi.

Saat mencium neneknya, Ardi melihat sang nenek berjalan menuju sebuah gerbang. Saat itu Ardi mendengar suara petir lagi, yang lebih keras dari sebelumnya, dan ia menyaksikan neneknya melangkah melewati gerbang, terus berjalan menuju tempat yang ia katakan "indah sekali". Peristiwa itu bukan yang pertama, sehingga Dewi dan suaminya tidak lagi terkejut mendengar penuturan anak mereka. "Dia sering melihat macam- macam, tetapi biasanya diam. Ia hanya mau berbicara sesudahnya, pelan-pelan dan hanya kepada orang tertentu," sambung Dewi. Di sekolah ia termasuk cerdas. IQ-nya antara 125-130. "Tapi gurunya bilang ia suka bengong di kelas," sambung Dewi. Kepada ibunya, ia bercerita melihat macam-macam di sekolah, yang tidak bisa dilihat orang lain, di antaranya anak tanpa anggota badan, dan ia merasa sangat kasihan.

Suatu hari saat belajar di rumah ia tersenyum. Ketika ditanya oleh sang ibu, ia mengatakan ada anak persis sekali dengan dirinya. Hari berikutnya ia bercerita, anak itu datang di sekolahnya. Ketika ditanya di mana ia tinggal, anak itu menjawab, "Di sana," sambil telunjuknya menunjuk ke arah atas. "Ada apa di sana?" tanya Ardi. Anak itu menjawab, "Ada orang gede- gede buanget. Anak itu omongnya juga medhok lho Ma, kayak aku, persis," tutur Ardi seperti diceritakan kembali oleh Dewi. Tentu tak ada orang lain melihat "anak itu" kecuali Ardi.

Dewi dan suaminya memahami apa yang terjadi pada Ardi dan juga adiknya. Beberapa anggota keluarganya juga memiliki kepekaan lebih dibandingkan dengan orang kebanyakan. Pada Ardi hal itu sudah terdeteksi saat masih bayi. Dewi sendiri tidak menceritakan situasi anaknya itu pada setiap orang di luar keluarga. "Kalau enggak percaya bisa-bisa anak itu dianggap berkhayal," lanjutnya.

Dewi tidak mengecap anaknya berkhayal, karena dalam beberapa hal ia juga memiliki kepekaan itu, meski hanya sampai tingkat tertentu. "Suatu sore, saya merasa ada bayangan putih. Ardi rupanya juga melihat karena ia tersenyum. Dia bilang, “Ma, ada yang ngikutin, perempuan. Tapi orangnya baik sekali.” Ketika saya tanya siapa, Ardi tidak menjawab.

Anak Kristal – The Crystal Children

Terlepas dari segala kelebihan anak–anak indigo, mereka diyakini datang ke planet ini dengan membawa misi. Seperti halnya para ilmuwan di zaman biru yang merubah dunia dengan teknologi, anak indigo akan merombak dunia dengan terlebih dahulu menata spiritual manusia. Seperti diketahui, dalam kehidupan beragama setiap umat mempunyai dimensi spiritual yang dirayakan dengan cara-cara yang disebut ritual. Ada kalanya ritual ini malah bertentangan dengan esensi / hakekat spiritual itu sendiri seperti cinta kasih, perdamaian, kejujuran, tolong menolong, dan lain-lain. Kadang, dalam ritual agama, ada pandangan yang menghalalkan darah dari kelompok lain, mengkafirkan orang lain, mengorbankan darah, berperang atas nama agama, dan sebagainya. Di sinilah peran anak-anak indigo untuk membereskan semua ini. Tatanan yang tidak sesuai dengan esensi spiritual akan dirombak sampai akhirnya muncul masa kedamaian.

Perilaku umat manusia yang mengabaikan sifat-sifat mulia Sang Pencipta perlahan lahan akan dikikis habis. Pekerjaan anak indigo ini akan berakhir dengan munculnya kedamaian di seluruh bumi. Namun proses perkembangan zaman belum usai. Anak anak indigo hanya mempersiapkan jalan bagi munculnya era berikutnya.

Setelah keberhasilan "pasukan penyerang" ini, muncullah anak-anak kristal (Crystal Children). Mereka lebih berbeda lagi. Anak kristal umumnya lebih kalem dan secara fisik mereka kurang begitu kuat karena lebih rapuh dan rentan. Kemampuan indra keenamnya tidak hanya dalam hal penglihatan, tapi juga pendengaran dan lainnya. Mereka bisa melihat permasalahan lebih mendalam dan intuisi anak seperti itu juga kuat. Anak-anak dengan warna dasar aura bening dan lengkap ini umumnya lahir dari orangtua yang spiritual.

Anak kristal yang juga bermunculan belakangan ini menjadi semacam "pasukan pendudukan". Mereka mempunyai kelebihan layaknya anak indigo namun tidak mempunyai daya untuk melawan. Tugas mereka adalah menjaga perdamaian dan membangun segala sesuatu yang rusak akibat pertempuran anak indigo dengan tatanan dunia lama. Dalam usianya yang masih sangat belia, anak kristal bijak laksana pandita. Tidak ada kata-kata kasar, makian, umpatan yang keluar dari mulut mereka. Mereka hanya mempunyai kemampuan membangun dan menjaga kedamaian.
File Under:

Agama dan Vegetarian

Sejak jaman dahulu, kasih sejati adalah hal yang selalu ditekankan oleh semua guru sejati dan para suci di masa lalu......


SATU PERBUATAN BAIK YANG DILAKUKAN KEPADA SEEKOR BINATANG SAMA PAHALANYA SEPERTI BILA DILAKUKAN KEPADA MANUSIA, sementara tindak kekejaman kepada seekor binatang sama buruknya seperti bila dilakukan kepada seorang manusia.
~ Hadis Nabi Muhammad

Pada suatu ketika RASUL ALLAH BERKATA KEPADA KEPONAKANNYA, "ALI, OH... ALI, KAMU SEMESTINYA TIDAK MEMAKAN DAGING. Jika kamu memakan daging selama 40 hari, maka kualitas itu akan masuk ke dalam dirimu. Tindakan-tindakan itu akan masuk ke dalam dirimu. Darah mereka akan masuk ke dalam dirimu. Kualitas-kualitas mereka dan tindakan-tindakan mereka akan masuk ke dalam dirimu. Karena itu, kualitas kemanusiaanmu akan berubah, kualitas welas asihmu akan berubah, dan intisari tubuhmu akan berubah. Oh Ali, tidak seharusnya kamu makan daging. Kamu harus hilangkan itu. Jangan makan itu."
~ Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen, Sufi Islam


ALLAH TIDAK AKAN MENGASIHANI SIAPAPUN, KECUALI KEPADA MEREKA YANG MENGASIHANI MAKHLUK LAIN. Dimana ada sayur yang melimpah-limpah, sekumpulan besar malaikat akan turun ke tempat tersebut.
~ Hadis Nabi Muhammad

Gaya hidup yang didasari pada SIKAP YANG SAMA SEKALI TIDAK MENYAKITI SEMUA MAKHLUK adalah moralitas tertinggi.
~ Mahabharata Santiparwa, 262.5-6

Ahimsa (tanpa kekerasan) adalah Dharma tertinggi. Ahimsa adalah Tapa terbaik. Ahimsa adalah hadiah teragung. Ahimsa adalah pengendalian diri tertinggi. Ahimsa adalah pengorbanan tertinggi. Ahimsa adalah kekuatan tertinggi. Ahimsa adalah teman tertinggi. Ahimsa adalah Kebenaran tertinggi.
AHIMSA ADALAH AJARAN TERTINGGI.
~ Mahabharata Santiparwa, 262.47

Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan, yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.
~ Alkitab, Kejadian 1:29-30

Lebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada lembu tambun dengan kebencian.
~ Alkitab, Amsal 15:17


Baiknya engkau jangan makan daging atau minum anggur atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu.
~ Alkitab, Roma 14:21


Seseorang itu agung bukan karena ia mengalahkan atau menyakiti makhluk- makhluk hidup lainnya. Seseorang itu agung karena ia MENAHAN DIRI DARI MENGALAHKAN ATAU MENYAKITI MAKHLUK HIDUP LAINNYA.
~ Sang Buddha, Dhammapada

Orang yang makan daging akan terjatuh ke jalan yang mengerikan dari transmigrasi dan menderita kesakitan yang tiada batasnya. Orang yang makan daging tidak akan pernah sukses dalam mendapatkan berkah apa pun atau jasa yang mereka doakan. Pemakan daging menyebabkan makhluk surgawi menghindari mereka dan makhluk hidup lainnya takut terhadap mereka.
~ Sang Buddha, Sutra Surangama

Saya melarang semua jenis daging, tanpa menghiraukan apakah binatangnya mati secara alami atau dibunuh. Saya tidak pernah mengijinkan murid saya untuk makan daging dan saya tidak akan izinkan saat ini atau saat mendatang.
~ Sang Buddha, Sutra Lankavatara

Sama seperti baju yang ternoda oleh darah menjadi kotor, seseorang TIDAK DAPAT MEMILIKI KESADARAN MURNI JIKA IA MENGKONSUMSI DARAH DAN DAGING MAKHLUK-MAKHLUK LAINNYA.
~ Guru Nanak Dev, Guru Granth Sahib, 140


Mereka yg ingin mengetahui kebenaran tentang alam semesta HARUS BERLATIH MENGHORMATI SEMUA KEHIDUPAN; Ini menjelma sebagai cinta yang tanpa pamrih dan menghormati diri sendiri dan semua makhluk lain.
~ Hua Hu Ching 51


Nah loh.......semua agama mengatakan demikian...., masih mau maem daging?
File Under:

dari AVC (Asian Vegetarian Congress): sebuah tinjauan mengenai inefisiensi konsumsi daging...

...
saya sadur sidikit dari apa yang saya dapat dari Mr George Jacob...
beliau adalah Chair Person of the International Council of the International Vegetarian Union...

dibawakan dengan gaya brain storming (menggali dari ide para peserta, dengan metode ini biasanya banyak sekali ide2 baru yang akan muncul dan keluar) mengumpulkan kiat2 untuk pelestarian lingkungan... dan tentunya sebagai seorang ahli dalam psikologi pendidikan beliau membawakannya dengan "sangat baik"...

salah satu yang sangat berkesan adalah cara Beliau menyampaikan ketidak-efisienan dalam pola konsuimsi hewani...

umur berapa manusia mengalami pertumbuhan paling cepat dalam 1 tahun? ada yang masih ingat?
... ... ... (beberapa peserta menjawab)
yah sekitar itu...
untuk wanita 12 th dengan pertambahan rata2 berat badan 3kg - 5kg/th
dan pria pada 13th dengan pertambahan rata2 berat badan 4kg - 6 kg/th

berapakah banyak konsumsi (makan minum anda) pada tahun itu? (kira-kira)
... ...
kita ambil contoh rata2 adalah 1kg per hari.. maka anda menghabiskan makanan sebanyak 365kg/th
artinya untuk pertambahan berat badan sebanyak 6 kg kita menghabiskan pangan sebanyak sekitar 365kg makanan...


oleh karena itu hal yang sama berlaku untuk daging yang kita konsumsi...
penelitian telah mengkalkulasi... setiap 1kg daging yang kita makan "minimal" menghabiskan 10 kg bahan makanan yang sebenarnya dapat dikonsumsi oleh manusia langsung sebagai primary foot (bahan nabati)... oleh karena itu daging, kita sebut juga sebagai secondary foot (bahan makanan turunan)
sungguh suatu inefisiensi dan pemborosan sumber daya makanan yang sangat besar...

ini baru dari tinjauan inefisiensinya... belum dampak lainnya terhadap polusi... kesehatan dan lingkungan hidup...

saya akan mencoba mengulasnya lain kali (karena sudah malam)... ho ho ho

let's go green... be healthy... be wise... be kind to earth.. be Vegetarian... (at list reduce meat consumption)
Mari kembali ke alam... menjadi lebih sehat... lebih bijak... lebih baik kepada bumi... dengan menjadi seorang vegetarian... (paling tidak kurangi konsumsi daging)
File Under:

sekilas dari AVC (Asian Vegetarian Congress)

...
Nothing do harm to the earth and living more than diet on meat consumption...
tidak ada yang merusak bumi dan kehidupan lebih dari pada pola makan dengan daging...

ini adalah pernyataan yang terbuktikan secara ilmiah dan sangat mencengangkan di abad 21...
oleh karena itu tidak heran jika Dr. Rajendra K. Pachauri (India) yang merupakan Chairman of Unated Nations Intergovernmental Panel on Climate Change (Ketua Panel Perubahan Ilkim PBB) meraih penghargaan nobel perdamaian tahun 2007 atas penelitiannya ini...

lingkungan hidup menjadi objek kajiannya dengan hasil "tak terbantahkan"... bahwa pola konsumsi daging membawa dampak paling besar bagi pemanasan global yang dewasa ini masih "hangat" (atau mungkin makin panas) dibicarakan... selain isu kesehatan dan pengrusakan lingkungan lainnya...

informasi yang tidak kalah mengejutkan dan menarik datang dari Dr Yuen Chuen Fong / Raymond...
dimana beliau berbicara dalam tema "Nutrition Support and Detoxification for Cancer Management"
secara fakta pengobatan kanker dengan kemografi adalah produk gagal yang terlanjur menghabiskan banyak biaya untuk penelitiannya sehingga mau tidak mau diperkenalkan sebelum dapat dibuktikan mampu menagani pasien secara efektif.... terbukti dari data statistik dari persentase kesembukan pasien kanker yang hanya 2.5% berhasil sembuh dan tetap hidup setelah pengobatan dengan radiasi ini...

jika misalnya kita sakit flu dan diberi obat yang kemungkinan besar tidak mampu menyembukan kita.. apa anda akan tetap mengkonsumsinya?
dan fakta bahwa 44.000 orang setiap tahun harus mati karena pengobatan yang salah oleh dokter...
hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan para dokter umum mengenai diet makanan dan nutrisi/ilmu gizi... (yang dalam kuliah kedokteran hanya 2-4 sks "saja")

dan Dr Raymond juga mengumpulkan bukti dan memaparkan orang2 yang sembuh secara alami tanpa kemotrapi dengan "hanya" mengandalkan makanan sebagai obat

selain itu juga ada Prof. Dr. Maitree Suttajit, Msc. seorang ahli bio-kimia dari Thailand yang tentunya adalah ahli gizi yang sudah dangat berpengalaman... yang memaparkan fakta tentang pola konsumsi vegetarian...

satu hal yang sangat lucu terjadi di Indonesia...
kita yang terkonsep waktu SD diajarkan mengenai 4 sehat 5 sempurna... adalah konsep kesehatan yang diadopsi dari produk tahun 1981... (dan tidak pernah berganti) walau dunia barat tempat konsep kesehatan ini telah berubah 1991, sepuluh tahun setelah pola makan 4 sehat itu terbukti bertanggung jawab atas penyakit2 regenerative (kanker, stroke, penyakit jantung dsb)...
namun buku perlajaran kita tetap diajarkan 4 sehat 5 sempurna... ha ha ha

Go green.. be VG... be better...
cara hidup dengan pola makan ini yg seharusnya lebih sehat...

http://www.ivu.org/

File Under:

apa dan bagaiman meditasi itu?

berdasarkan pengetahuan saya yang terbatas ini...

meditasi merupakan cara yang alami bagi manusia untuk menemukan makna keberadannnya di tengah alam semesta dan di tengah kehidupan...
melibatkan konsentrasi, ketenagan batin dan pengamatan

dalam sejarah peradaban manusia di manapun kita temukan adanya praktek serupa...
di india tentunya sudah tidak diragukan lagi...
di cina, para pembina diri daoisme (sebelum buddisme masuk) mempraktekkan meditasi (dalam pertapaan), belakangan kehadiran buddhisme membawa wawasan baru tentang metode meditasi...
di timur tengah kita melihat sang Baginda Nabi menghabiskan satu pekan terakhir masa puasa di goa, tempat diman Beliau bertemu Jibril...
ketika Anak Manusia berada di gurun pasir selama 3 hari tanpa makan dan minum, dan malam sebelum Beliau dibawa untuk diadili dan disalibkan... Beliau meditasi...

praktek2 meditasi memang dalam beberapa hal (dan banyak kasus) dapat membuat manusia memiliki kemampuan supra-manusia, baik itu murni karena pengembangan "kedalam" maupun melalui "pemberian" entinitas yang lebih superior (makhluk nan-manusia)... namun hal ini (bagi saya pribadi) adalah sebuah kealamian... yang sesungguhnya dapat dilakukan setiap manusia...
sebagai contah silahkan anda buka majalah "Misteri"... (tidak dianjurkan serius membaca... hanya buka dan melihat sekilas) banyak sekali para praktisi.. entah benar2 bisa atau hanya "tisani" (tipu sana-tipu sini he he...) namun kekuatan semacam ini ada dan nyata...

jaman ini bahkan meditasi pun dikomersialkan... lihat pelatihan2 yang dikemas dalam berbagai aliran dan berbagai macan jenis...

sehingga memang konotasi / anggapan umum mengenai meditsi ini sempat menjadi rusak...
padahal kita sebenarnya kadang2 melakukannya tanpa kita sadari... ketika konsentrasi kita terpusat, atau pengamatan kita mendalam dan hati / pikiran kita dalam keadaan tenang (misalnya berdoa, berzikir, kou shou dsb)... sesungguhnya kita sedang bermeditasi... walau biasanya tidak lama...

satu hal yang cukup menarik, bahwa meditasi dapat dilakukan oleh siapaun... "dengan" atau "tanpa" pengetahuan tentang meditasi itu... tentunya hasil yang dicapai juga akan sangat berbeda...
oleh karena itu meditasi dapat dikembangkan sesuai kebutuhan, keadaan dan kemampuan seseorang...

meditasi yang benar adalah "BUKAN" untuk menjadi manusia super yang maha bisa (memang dalam kenyataan banyak yang kemudian punya kemampuan begitu)...
kemapuan yang bisa diperoleh antara lain... melihat sampai ke surga dan neraka... "berteman" (atau berjumpa) dengan penghuni di sana... mampu mengetahui tabiat orang, mampu megetahui pikiran orang lain, meramalkan apa yang akan terjadi dimasa depan (bandingkan kesaksian yohanes tentang kiamat) dan melihat apa yang terjadi dimasa lalu... dan lain sebagainya

tidak heran jika banyak peradaban di dunia memiliki sosok peningalan patung / gambar yang nampaknya bukan manusia... logis dan masuk akal jika bangsa maya dapat meramalkan masa depan dan nostradamus juga memiliki kemampuan sejenis.... saya kira anda pun punya banyak contoh lainnya yang tak akan habis diceritakan...

sangat disayangkan sebenarnya jika kita "berhenti" ketika "memiliki" kemapuan2 / pengalaman2 spiritual... yang seharusnya pemberhentian sejatinya adalah pada "ketiada-milikan" bukan "kemilikan"


pencapaian tertinggi meditasi adalah "kesadran yang sejati" akan "ketidak kekalan semua hal", "potensi penderitaan yang mengikuti setiap eksistensi", "akhir dari penderitaan" dan "jalan menuju keterbebasan dari belenggu penderitaan"

tidak ada "tujuan" tidak ada "kehendak"...

dimulai dari kesadaran berakhir juga pada kesadaran...

dan saya kira tidak ada yang memaparkannya sejelas Sang Buddha...
dan tentunya cara yang aman telah diajarkan oleh Beliau yaitu dari sila (aturan moral), samadhi (meditasi) baru panna (kebijaksanaan)

tanpa memiliki kode etik moral (sila) yang bagus kemampuan yang diperoleh dari meditasi akan sangat berbahaya.... ujung2nya jadi dukun deh... he he he
dan satu hal lagi... meditasi untuk pemula yang belum pernah melakukannya bukan dilakukan dengan mengosongkan pikiran... ini malah akan memancing makhluk lain (yang bukan manusia) mengambil (masuk / merasuki) tubuk mu yang kosong...

ho ho ho...
ini hanya sekilas ulas... semoga bermanfaat dalam memberikan pandangan yang benar tentang meditasi... jika ada kesalahan mohon dikoreksi...

"semoga semua makhluk berbahagia" ho ho ho
File Under:

Etika dan Dharma

Kemarin saya bersama seorang teman menghadiri kelas Dharma yang diselenggarakan di sebuah vihara (bukan aliran maitreya). Sebenarnya untuk mencari dharma sih tidak perlu bagi saya untuk sampai ke sana. Namun karena ketulusan dari teman-teman yang mengundang kita, akhirnya secara rela menjadwalakan waktu ditengah kesibukan untuk hadir di sana. Terpikir juga untuk ingin tahu seperti apa kelas dharma yang dilaksanakan disana.
Memasuki gerbang Vihara. Terlihat pohon rindang dan taman yang asri, sesuatu yang cukup menyejukan hati ditangah suasana panas tengah hari. Kami disambut oleh panitia yang juga adalah teman kita (sesama buddhis) di beragai kegiatan organisasi dan forum keagamaan.
Memasuki Dharma Sala tempat sedang berlangsungnya Dharma Desana (ceramah), terdapat rupang Buddha dalam posisi duduk. Saya perkirakan sekitar dua setengah meter tingginya. Sungguh suatu ruangan yang sangat nyaman dan cukup lapang. Dilengkapi perangkat audio system yang lumayan. Terdengar suara Bapak Cornelis Wowor mengema dengan ciri khas penyampaian yang ringan dan tajam membahas topik "kelahiran kembali".
Secara umum kelas berlangsung dengan baik. Para pendengar juga terdengar antusias menagapi. Apalagi Pak Wowor sempat memberikan berbagai ilustrasi dan bukti keberadaan kehidupan lain selain di bumi.
Mungkin dikarenakan terbiasa mengikuti kelas Dharma di berbagai tempat. Saya merasa cara dan kebiasaan duduk kebanyakan peserta kelas jauh dari "etis". Berhubung kita berada di Dharma Sala, di hadapan rupang Buddha dan mendengarkan Dharma. Maka sikap duduk sesukanya tentu kurang etis. Mungkin karena kebiasaan dan pola pengajaran dharma kita selama ini terlalu terfokus pada "pengetahuan" dan praktek dharma yang cukup besar, yang langsung terlihat dan terasakan saja. Misalnya lewat "fang sheng" (melepas makhluk), berdana dalam pembangunan Vihara atau pun Pattidana (pelimpahan jasa).
Sesuatu yang kadang lupa kita praktekkan adalah pengembangan diri "kedalam" batin. Lewat tulisan ini saya mencoba berbagi sedikit yang sempat saya ketahui.

Saya selalu merasa salut ketika melihat orang yang dapat duduk tegak tanpa bersandar pada sandaran kursi. Terutama jika posisi ini dapat dipertahankan dalam waktu cukup lama. Biasanya ada yang mampu melakukannya. Bahkan ketika makan, dengan keanggunan tangan kiri mengangkat mangkok dan tangan kanan mengangkat sumpit. Sungguh memancarkan kewibawaan dan disipin yang tinggi. Nilai estetika dan keanggunan yang mempesona. Ketika kita disuruh untuk melakukan hal yang sama, umumnya mendapat penolakan dengan banyak alasan. Tulang punggung sakit, tempat duduk panas, tidak nyaman dan sebagainya. Lalu apakah mereka yang mampu duduk dengan tegak tidak merasakan hal demikian?
Tentunya kita yang sering mendengarkan dharma tahu bahwa "saya adalah tuan atas hidup saya". Kemudian merasa tidak ingin dikendalikan oleh orang lain. Karena kita adalah tuan. Namun sesungguhnya apakah benar-benar begitu? dari pengamalan etika duduk ini saja dapat dibuktikan. Kebanyakan dari kita menjadi "budak" dari badan raga kita. Pesuruh-pesuruh dari napsu keinginan kita, hasrat untuk teledor dan memanjakan diri dengan kenyamanan raga.
Namun juga bukan berarti kita mesti duduk tegak terlalu kaku dan menyiksa diri. Saya pernah melihat beberapa teman mempraktekkan "etika duduk" ini secara berlebihan. Beberapa bahkan tidak bergeming ketika nyamuk menusukkan jarum suntiknya diatas kulit mulusnya. Namun biasanya yang ekstrem begitu hanya bertahan beberapa saat.
Jika kebiasaan duduk, berdiri dan berjalan telah dilatih sedemikian rupa sesuai etika dan sesuai dharma (tidak ekstrem/berlebihan). Sungguh sangat indah. Bahkan melihatnya pun suatu kebahagiaan. Tidak banyak orang yang telah menjadikan ini sebagai kebiasaan yang alami dalam prilaku hidupnya. Namun dipastikan bahwa yang melakukannya adalah orang yang benar-benar tuan atas raganya.
Saya berharap suatu saat saya memiliki sebab jodoh untuk menghadiri kelas dharma/ceramah dimana setiap pendengar duduk dengan "baik". Dimanapun itu, jika ini dilakukan. Maka saya akan merasakan bahwa "Dharma" (kebenaran) dihargai sebagaimana semestinya.
Jadi kelas Dharma bukan sekedar menambah pengetahuan dharma pendengar. Ada praktek Dharma yang jauh lebih tinggi daripada sekedar apa yang didengarkan.

Semoga Kewibawaan Buddha Dharma bertahan laksa masa
File Under:

Kaisar Kang Xi

di copas (copy-paste)dari group Budhis Indonesia (FB)

Kaisar Kangxi


Pada periode awal Dinasti Qing, Kaisar Kang Xi mempunyai metode istimewa untuk mengajari keturunannya. Kaisar mempunyai 35 anak laki-laki, 20 anak perempuan, dan 97 cucu.
Dia menggunakan berbagai macam cara untuk mengajarkan anak-anak dan cucu-cucunya. Dia juga memiliki sebuah ruang belajar di Taman Chang Chun. Pada era Kang Xi, ruang belajar itu berlokasi di Wu Yu Zhai (Ruang tanpa kenyamanan). Menempatkan anak di ruang belajar mencegah anak tersebut timbul niat main-main atau bermalas-malasan.
Mari kita ambil contoh satu hari saat kaisar mengajarkan anak-anaknya:
Di suatu pagi, dari jam 3 sampai jam 5 pagi, para pangeran mengulang pelajaran hari sebelumnya sebelum bersokolah. Putera mahkota saat itu berumur 13 tahun, dan dia harus bangun pagi-pagi sekali untuk bersekolah. Dari jam 5 – 7 pagi, para guru datang ke ruang belajar. Guru Manchuria, Da Ha Ta, dan Guru Mandarin, Tang Bin Deng, bersama-sama menilai PR murid-muridnya. Bersamaan itu, para murid menghafal pelajaran, mengulang pelajaran dengan cara membacanya keras-keras, namun berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan. Lalu guru mandarin memberikan satu paragraf lagi bagi para murid untuk dihafalkan.
Dari jam 7 sampai jam 10, Kaisar Kang Xi pergi dari tahtanya menuju ruang belajar. Kang Xi secara acak memilih paragraf didalam buku dan menunjuk salah seorang untuk menjelaskannya luar kepala dengan sempurna, tanpa salah. Kang Xi berkata, “Saat saya muda, saya akan membaca buku dengan suara keras selama 120 kali, dan mengulangnya kembali 120 kali. Itulah mengapa sampai sekarang saya mampu menghafal paragraf demi paragraf.” Seorang anak bertanya, “Bukankah cukup untuk mengulangnya 100 kali?” Kang Xi berkata bahwa harus sampai 120 kali. Lalu dia bertanya pada guru, bagaimana nilai anak-anaknya. Beberapa guru memuji-muji putera mahkota yang sangat pandai dan mampu mengulang pelajaran dengan baik. Kang Xi berkata: “Kamu jangan hanya memuji dia, seharusnya lebih banyak mengkritik dia. Ini untuk mencegah dia menjadi arogan.” Lalu ia pergi untuk kembali mengurus urusan negara.
Karena hari itu musim panas, cuaca sangat panas. Tetapi anak-anak tidak diperbolehkan mempunyai satu kipas untuk dirinya sendiri dan mereka harus tetap duduk lurus. Dari jam 9 sampai jam 11, mereka belajar kaligrafi, harus menulis setiap sebanyak 100 kali. Istirahat makan siang dari jam 11 sampai jam 1. Setelah itu, dari jam 1 siang sampai jam 3, mereka melanjutkan belajar di udara terbuka, yakni belajar menunggang kuda dan memanah.
Dari jam 3 sampai jam 5, Kang Xi kembali lagi ke ruang belajar untuk melihat pekerjaan anak-anaknya. Dia juga mendengarkan mereka mengulang pelajaran mereka. Mereka mengarang puisi dan membacakannya untuk Kaisar. Dari jam 5 sampai jam 7, mereka mempraktekkan kemahiran memanah. Pertama-tama anak-anak dulu memanah, kemudian guru memanah untuk menunjukkan pembetulan, dan terakhir kaisar sendiri juga ikut memanah, dengan cara memberi contoh inilah anak-anak dididik. Menurut kisah sejarah, setiap kali kaisar yang memanah, pasti berhasil mencapai tepat di mata tengah papan sasaran. Beginilah, dari jam 3 sampai jam 7, tanpa istirahat, latihan memanah dilakukan, sepanjang musim panas dan termasuk musim dingin.
Dari kejadian diatas kita dapat melihat bahwa kaisar Kang Xi mendidik anaknya menggunakan disiplin yang ketat. Dari tutornya, anak didik Kang Xi mengembangkan banyak bakat. Bakat pertama adalah politik. Anak lelakinya,Yong Zheng, kemudian menjadi kaisar selanjutnya. Cucunya, Qian Long, menjadi kaisar penerus Yong Zheng. Baik Yong Zheng dan Qian Long adalah kaisar yang luar biasa dalam sejarah China. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran Kang Qi sangat berhasil.
Bakat kedua adalah ilmu pengetahuan. Anak ketiga Kang Xi, Yin Zhi, adalah seorang ilmuwan hebat. Ia juga adalah penulis buku “Kompilasi Zaman Dulu dan Masa Kini”, yang mempunyai 10.000 seri.
Bakat ketiga adalah seni. Beberapa pangeran sangat mahir dalam kaligrafi dan melukis. Bakat keempat adalah bakat kehidupan. Banyak dari ibu-ibu pangeran tersebut adalah selir, tidak mempunyai status tinggi dalam istana. Namun para pangeran tersebut tidak bersaing atau berebut posisi kaisar, dan hidup damai satu sama lain, saling mendukung dan sangat produktif.
Karena kesuksesan metode pembelajaran Kang Xi, tidak ada satupun anak didiknya yang menjadi orang berwatak buruk, playboy ataupun melakukan hal jahat/merugikan orang lain.
File Under: